Skip to main content

Posts

Showing posts from 2014

Terimakasih Tuhan..

Beberapa hari ini, ketika aku merenungkan "Kemana aja tan?" dimulai saat mendengar kabar ada teman yang akan sidang akhir tgl 19 bulan ini.  Rasanya dunia sedang berputar dan tulang-tulang tiba-tiba rapuh, mulai suara-suara itu berdengung seperti bullying tiada henti. Malam ini.. saat aku bertekad untuk memulai, mencoba menyingkirkan keinginan daging yang meronta-ronta untuk dipenuhi. Saat aku dengan tekad ingin begadang untuk 'memulai'-- padahal begadang adalah hal yang biasa kulakukan...untuk hal yang tidak a.d.a. m.e.a.n.i.n.g.nya dan tidak sepantasnya lagi kulakukan disaat-saat genting ini. Yang spesial adalah, aku memohon agar Tuhan menyertai tekad "memulai" malam ini. Bukan berarti sebelumnya aku tidak meminta, hanya saja kali ini aku benar-benar tidak ingin hanya sebagai ritual. Bahkan caraku meminta lebih simple dari biasanya.Tetapi Tuhan sepertinya mendengarku.. ya aku percaya itu. Dua orang seniorku datang untuk menumpang

Surat untuk Ibu dirumah

Bu.. Aku ingin menjadi bagian dari perubahan Indonesia. Perubahan ini bisa dipupuk dari mendidik anak-anak Indonesia yang hebat. Potensi Indonesia menjadi bangsa yang hebat dan bermartabat sangat besar Bu.  Lihatlah presiden kita saat ini. Dan anak-anak di pelosok bagian yang bahkan belum mengenal listrik seperti jaman Ibu dahulu, mungkin saja suatu saat mereka menjadi pemimpin hebat seperti Jokowi. Bu, tenang saja aku tidak akan menjadi orang kecil karena ini.. Aku tahu engkau hanya ingin aku menjadi terbaik dan memperoleh hidup bahagia dan mapan. Bu.. aku pasti bisa bahagia dengan berbagi disini. Ibu yang mengajarkan aku untuk selalu berbagi. Sebenarnya Ibu juga yang membentuk aku menjadi seperti ini, mengasihi sesama dan berusaha memberi dari kekurangan. Namun satu ilmu yang baru saja kutemukan saat aku beranjak dewasa. Saat sekarang aku telah menjadi anak gadis yang membuka mata lebar akan pasang surut kehidupan. Saat aku sudah bisa berdiri dikakiku sendiri dan mel

Not yet

Akankah passport ini expired sebelum pernah ternodai? kayak cinta yang berakhir tanpa pernah memiliki. hm

Menarilah Laskar Pelangi

Baru saja menonton "LASKAR PELANGI" Ya Tuhan.. aku ga bisa deskripsikan perasaan ini. AIR MATA. hanya itu. tertawa...dengan air mata. mendengus...dengan air mata. speechless...dengan air mata. anak-anak itu sangat beruntung. aku tidak tahu lagi.. hanya saja aku tidak tahu lagi.. terimakasih laskar pelangi.. terimakasih bu Muslimah..

Ku Tak akan Menyerah

Mendengar SKRIPSI rasanya jantung ini tidak tahan. Entah sejak kapan aku menjadi seorang yang pesimis, mencari zona aman seaman amannya, mencari jalan praktis, merasa diri tidak mampu dan merasa teramat rendah diri. Semua seperti tidak pernah kubayangkan sebelumnya. Kupikir aku seorang yang idealis dan konsisten. Merasa sudah bisa mengajak oranglain untuk tetap bersemangat menghadapi persoalan hidup. Kupikir aku memang mampu mengatasi beban masalah yang berat karena sering jatuh dalam kegagalan yang membuatku semakin tertarik untuk gagal lagi. Kupikir itu sudah menjadi kelebihanku. Tetapi untuk mendengar kata SKRIPSI saja saat ini membuatku takut. Entah apa penyebabnya aku pun tak tahu, sepertinya aku tahu tetapi aku menampisnya malu. Aku mengukur sendiri kemampuanku dibawah "nilai rata-rata". Hal yang mutlak dilakukan seorang yang berjiwa pesimis. Aku mencari celah untuk keluar dari ketakutan ini. Namun keegoisan pemikiran seorang pesimis hanya akan semakin

Doa seorang sahabat

Intan Pertiwi Sianipar Selamat ulang tahun.. Heavenly Father, Please bless this silly, noisy yet smart and brave friend, for today is her birthday. Dear Lord, please protect and guide our "Seolah-olah" as she continues along the path you’ve chosen for her. Give her the courage to follow in Your light, and feel Your love wherever she goes. Make her strong and give her the strength to make good decisions in the coming year. Keep her free from illness and sadness, for she is a truly good person who deserves happiness and success in all aspects of life. We know that life is like a book. With each new chapter, we learn and grow towards what you would have us be. Bless My beloved "Tiung Tiwi Ittan" now on this day, and in the future. It such a blessing to know this noisy friend for almost 6 years. I admire her for her loyalty. Such a pure heart who always think and support people around her. I admire her for her courage to challenge herself in every chance. I admir

Komitmen untuk mengkonsumsi rasa syukur

Minggu ini minggu yang panjang untukku. Mulai dari tertipu penjual online, pulang kampung dadakan, kembalinya uang yang hilang (sebagian batal terkirim ke si penipu), tidak lolosnya menjadi Scheider Electric Ambassador. Suka dan duka datang bergantian. Tentu kamu tahu mana yang suka mana yang duka. Pertama aku down ketika mendapati diriku tertipu penjual online tersebut, aku lupa bersyukur. Aku malah memaki diriki sendiri yang kurang peka atas suara hati sendiri. Sangat boleh dibilang suara Tuhan. Kedua aku sangat bersyukur karena bisa pulang kampung selama seminggu. Sesuatu yang tidak direncanakan sebelumnya, mengingat itu libur lebaran dan tiket sangat mahal. Tapi karena kakak dan abang-abangku semua bisa pulang, maka materi tidak akan menjadi penghalang lagi. FYI, kami 5 bersaudara tidak pernah kumpul full team kurang lebih delapan tahun --setelah kakak pertama mulai meratau. Maklum umur kami semua berjarak setahun, jadi ketika satu pulang dari rantau, satu berangkat ke

INTAN PERTIWI SIANIPAR - SCHNEIDER ELECTRIC CAMPUS AMBASSADOR

teman2 yang online malam ini, tolong like video ini yaaa *maksimal kumpulin LIKE sampe besok jam 08.00 satu like kalian sangat berarti.. makasih teman temaaan VIDEO SCHNEIDER ELECTRIC CAMPUS AMBASSADOR INTAN PERTIWI SIANIPAR I'm a student of Economics and business Padjadjaran University. Please help me to be a Schneider Electric Campus Ambassador to raising people awareness for saving energy by klik LIKE bottom on this video. Then join me to be an agent of change for better world :) Thank you, May God bless you :)

Berjalan Tanpa Arah

Pernahkah kamu berjalan tanpa tau kemana dan kapan akan berhenti berjalan? Kira-kira seperti itulah yang ku rasakan saat ini. Aku tidak tahu kemana dan kapan harus berhenti. Bahkan aku juga bingung apakah aku sedang berjalan atau tidak. Ketika aku memikirkan arah, yang kudapati banyak ruas jalan dengan pintu gerbang yang sama. Aku tidak dapat melihat ujung jalan itu.  Aku buta dan kalap. Seperti dikelilingi gapura jalan yang tak berujung. Jika aku mundur pun aku bahkan tidak tau darimana arah ku berasal tadi. Aku berputar-putar seperti dipermainkan oleh permainan cermin yang memantulkan semua bayanganku. Satu yang kutau, aku harus segera memilih satu dari gapura itu. Karena semakin lama satu persatu gapura itu menghilang dan digantikan pemandangan gurun yang tandus. Aku semakin takut. Tak jarang ketika aku diam, angin berhembus dari arah gurun. Kadang aku terkejut dan ingin segera memasuki salah satu gapura. Tapi itu sangat cepat hilang, aku lebih sering menampis dengan m

Harga untuk sebuah kata "terlambat"

Kata terlambat sudah sangat lumrah bagi masyarakat Indonesia. Sanking lumrahnya sehingga istilah "jam karet" menjadi hal yang lumrah pula untuk ditoleransi (dalam beberapa case mungkin tidak). Kebiasaan terlambat atau tidak disiplin waktu tentunya berawal dari "ala bisa karna biasa". Sejak kecil masyarakat terbiasa untuk tidak disiplin waktu karena toh tidak begitu rugi jika hanya terlambat sedikit. Lebih parahnya lagi mengenal istilah "lebih baik terlambat atau tidak sama sekali" sebuah istilah pembelaan yang tak terelakkan. Tidak jarang masyarakat memaklumi orang-orang untuk terlambat karena mengganggap setiap orang punya masalah dan kesibukan masing-masing.  Meskipun ukuran terlambat masih belum jelas bagaimana yang dapat ditoleransi bagaimana yang tidak. Di kalangan mahasiswa sendiri, kata terlambat bukan sebuah kata yang tabu. Adalah kejadian yang sangat langka apabila dalam sebuah kelas atau rapat kepanitiaan, tidak ada yang terlambat.